Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh...
Part 1.
Disini saya ingin membagikan cerita tentang pengalaman saya bekerja di Perusahaan atau PT. PANACO SRIWIJAYA dari awal hingga akhir.
Awalnya saya ditawari kerja oleh teman saya, lalu kakaknya teman saya menyalurkan saya melalui temannya, dan temannya ini memasukan saya kedalam PT. PANACO SRIWIJAYA.
Singkat cerita, saya dapat pesan Whatsapp jam 11 malam dari Ibu Nuryanti Kasinah, menanyakan ketersediaan saya untuk bekerja diperusahaannya. Fyi, Ibu Nuryanti Kasinah atau akrabnya dipanggi Bu Titi atau Bu Yanti ini merupakan Direktur Utama dari PT. PANACO SRIWIJAYA ( PASRI )
Saat itu saya langsung balas bahwa saya bersedia melakukan interview, dan interview akan dilakukan keesokan harinya di Jakarta Selatan tepatnya di kantornya langsung.
Namun saat pagi hari, ternyata hujan angin sangat deras dan kencang dirumah saya. Saya meminta untuk diberikan kelonggaran waktu dalam jadwal interview, lalu diberikan jadwal ulang waktu interview sore hari.
Siang hari jam 2an saya berangkat dari rumah karena jadwal interview jam 4 sore.
Namun, sesampainya saya di lokasi, Bu Yanti bilang bahwa ia masih berada di Mabes TNI AU saat itu dan meminta saya untuk datang kembali esok hari, saya pun menjawab kalau esok saya tidak bisa datang karena tidak ada ongkosnya.
Lalu bu yanti menyuruh saya untuk menunggunya, saya disuruh untuk menunggu dipinggir jalan raya selama kurang lebih 1jam, lalu saya telepon kembali dan bu yanti menyuruh saya untuk pindah dan datang ke McD Pondok Indah dan menunggunya disana.
Saya menunggu di depan McD pondok indah sampai jam 9 malam.
Lalu bu yanti datang dan interview berjalan sampai jam 11 malam.
Kala itu saya pulang ke rumah saya jam setengah 12 malam dan sampai rumah jam 1malam.
Bu yanti meminta saya untuk datang ke kantor esok harinya setelah interview jam 9.
Hari pertama bekerja, biasa biasa saja.
Namun ada yang janggal, kenapa hanya ada saya dan OBnya saja dikantor itu, kenapa kantornya selalu digembok dan dirantai dari dalam dan dari luar.
Saya masih biasa biasa saja kala itu...
Hingga hari demi hari semuanya makin tak biasa...
Saat jam istirahat, saya keluar kantor untuk membeli makan siang. Saya beli bakso yang mangkal persis didepan kantor. Saya makan di tempat.
Lalu Bu Yanti menelepon saya dan marah marah, saya tidak diperbolehkan untuk makan diluar kantor.
Bahkan tidak diperbolehkan keluar kantor lebih dari 10menit, dan saat hendak keluar kantor. Kantor harus digembok dan dirantai dari dalam jika ada orang dan dari luar jika tidak ada orang dikantor.
Saya bercerita kepada OB, kenapa saya dimarah marahin padahal hanya makan bakso didepan kantor, persis didepan kantor.
Sang OB hanya mendengarkan saja tanpa menjawab.
Setelah itu saya kelantai 3, saya ingin buang air kecil.
For your info, kantor ini terdiri dari 3 lantai.
Lantai pertama untuk bekerja, dan menerima tamu
Lantai kedua ruang kamar pribadi Direktur Utama dan terdapat kulkas, meja makan, peralatan makan dan minum di depan kamarnya yang bebas digunakan oleh karyawan.
Serta ada kamar mandi khusus yang hanya boleh di pakai oleh direktur saja.
Lantai ketiga terdapat gudang, kasur, lemari buffet yang isinya piring piring, kipas angin, dan toilet yang boleh digunakan oleh karyawan dan tamu.
Singkat cerita saya ke lantai tiga untuk buang air kecil, namun perasaan saya sangat was was saat berada di lantai tiga, perasaan tidak enak dan merinding.
Tepat di depan tangga lantai tiga terdapat gudang kosong gelap dan dikunci, namun bisa dilihat dari luar karena pintunya dari kaca tembus pandang.
Setelah buang air kecil, saya turun dan saat ditangga, saya mendengar suara batuk yang sangat kencang didalam kamar bu yanti dengan suara khas dan mirip sekali dengan suara bu yanti.
Mendengar suara batuk kencang seperti itu, saya bergegas turun ke lantai satu dan bertanya pada OB, " pak, bu yanti sudah kembali? "
Lalu sang OB menjawab, " belum neng "
" Lalu diatas dikamar bu yanti siapa yang batuk batuk kencang dan suaranya mirip suara bu yanti? "
" nggak tau, daritadi nggak ada orang yang datang dan dikantor cuma ada kita berdua saja. "
Deg.
Seketika saya dan OB bertatap tatapan dengan pemikiran yang sama.
" Hayoloh... " kata OB tersebut
" ah apasih pak, hehehe " tawa garing dari saya.
" tadi pagi juga saya dengar suara anak kecil lagi buang reak di dalam toilet dilantai 2, pas saya buka toiletnya nggak ada siapa siapa neng, tapi beneran saya nggak salah denger itu emang anak kecil. "
" Bapak... udah ah saya nggak mau denger, saya masuk ke ruang kerja dulu ya "
" iya hati hati neng "
Keesokan harinya, aku datang lebih pagi dan sarapan di warkop dengan mie goreng.
Saat sedang memesan dan duduk menunggu, bapak bapak penjualnya bertanya dan mengajak saya ngobrol.
" kamu karyawan baru di haruka ya? "
" bukan pak, saya baru di panaco "
" oh panaco, semoga betah ya disana dan hati hati ya "
" lho kenapa emangnya pak? "
" didalam sana ada penghuninya "
" lha iya saya penghuninya kan pak "
" bukan, ada penunggunya... sosok ibu ibu dan anak kecil. "
Deg.
" Demi apa pak? Kemarin saya sama OB digangguin.... saya digangguin sama ibu ibu dan OB digangguin sama anak kecil "
" kamu jangan bengong disana, selalu dzikir dan baca ayat kursi, jangan sampai kosong pikiran kamu. " kata si bapak tersebut
Ternyata benar, didalam gedung kantor ada "penunggu". Padahal aku tidak cerita sama sekali bahwa kemarin aku mengalami sedikit gangguan dikantor.
________________________________________________
Part 2, akan saya ceritakan tentang betapa tidak manusiawi dan kejamnya direktur tersebut kepada karyawan karyawan dan calon karyawannya.


