Senin, 28 Desember 2015

Proud To Be Jomblo


Jomblo.
Seorang jomblo biasanya dianggap gak laku atau bahkan sering dicemooh bahwa ia tidak normal.

Tidak !
Semua opini itu salah ! Seorang jomblo,lebih tepatnya seseorang yang lebih memilih hidup sendiri tanpa seorang kekasih itu bukan berarti ia tidak laku.

Ia hanya berusaha menahan syahwatnya (nafsu) agar ia tidak terjerumus dalam ikatan yang tidak sah dan agar tidak terjerumus dalam kemaksiatan.

Seorang jomblo bukan berarti ia tidak normal karna ia betah berlama-lama sendirian tanpa seorang kekasih. Ia normal dan tingkat kenormalannya melampaui batas seseorang yang sudah mempunyai kekasih namun orang tersebut terikat dalam ikatan yang tidak sah.

" Heh ! Lo dulu juga pernah pacaran ! Gak usah sok alim lo ! "

Iya,dulu saya memang pernah berpacaran atau lebih formalnya menjalin ikatan yang tidak sah. Itu DULU dimasa kejahiliyahan saya,dimasa kebodohan saya. Dan saya tidak ingin berada dimasa itu (lagi)

Dan janganlah menghakimi seseorang yang ingin berubah menjadi lebih baik lagi hanya karna latar belakang masa lalu orang tersebut.

Saya pribadi,sadar akan kejahiliyahan saya dengan pemahaman ilmu agama yang sangat cetek saat itu saya menjalin ikatan yang tidak sah dan dengan lelaki yang tidak sah pula.

Dan saya pribadi menyesali itu semua,dengan bekal ilmu agama yang semakin meningkat ini saya akan semakin berhati-hati dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Jomblo...
Kau maupun kalian semua saudara/saudari seagama maupun tidak seagama dengan saya. Berbangga hatilah untuk menyandang status Kejombloan mu.

Jangan berkecil hati atas omongan-omongan orang-orang yang berada disekitarmu itu,biarlah dan janganlah kau membalas kritikan tajam mereka. Senyumilah mereka,sesungguhnya mereka berada dalam penyesalan kelak.

Jomblo bukanlah status yang memalukan,jomblo bukanlah status yang merendahkan dirimu.

Justru karna status keJombloan mu itu,derajatmu lebih tinggi dimataNya daripada seseorang yang mempunyai kekasih dalam ikatan yang tidak sah.

Seorang jomblo bukan berarti ia tidak laku.

Hanya saja,ia berada dalam etalase teratas yang sulit diraih oleh orang-orang. Hanya orang tertentu saja yang dapat meraihnya.
Ia mahal,harganya sangatlah mahal. Sehingga ia tidak bisa dibeli oleh sembarang orang. Hanya orang yang kaya raya saja yang bisa membelinya (re: Kaya akan pengetahuan agamanya,kaya akan imannya,kaya akan akhlak baiknya,kaya akan ketaqwaannya )

Bahkan seorang konglomerat,yang mempunyai mobil mewah dan memiliki rumah bak istana yang megah. Tidak dapat membelinya.

Jomblo bukan berarti ia tidak normal.

Ia normal,ia menahan syahwatnya (nafsunya) agar tidak menjerumuskannya kedalam panasnya api neraka.

Daging babi yang dengan jelas dikatakan HARAM,kau hindarkan dan tidak kau makan
Lalu kenapa Pacaran yang jelas-jelas haram terus dilanjutkan dan tidak dihindarkan?

Disini saya bukan menyindir kalian yang mempunyai kekasih,saya hanya berusaha mengeluarkan kalian dari masa kejahiliyahan.

Buat para perempuan,janganlah kemakan dengan rayuan dan omongan manis para lelaki.

Lelaki sejati itu bukan ia yang mencintaimu lalu ia memacari dirimu. Lelaki sejati itu yang dengan gagah berani mengetuk pintu rumah mu untuk bertemu orangtuamu dengan tujuan menghalalkanmu.

Lelaki sejati itu bukan ia yang dengan bangga menggenggam tanganmu didepan umum. Tapi lelaki sejati itu yang hanya menggenggam tangan wali dan penghulu untuk segera menghalalkanmu.

Lelaki sejati itu bukan ia yang bersedia mengantarkanmu kemanapun,tetapi ia yang bersedia menjadi imam mu untuk mengantarmu ke syurga bersamanya.

Lelaki sejati itu bukan ia yang bibirnya selalu merayu dan mengucapkan kata-kata indah padamu,tetapi ia yang mengeluarkan dari bibirnya ayat per ayat dari Al-Qur'an untuk membimbingmu kelak.

So,berbangga hatilah dengan status keJombloanmu :) yang terbaik pasti akan datang dengan RidhoNya :)

Prioritaskan yang lebih utama,lajang tapi produktif itu lebih baik dari berpasangan tapi saling menghambat :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar