Assalamu'alaikum semuanya yang membaca postingan saya ini,semoga kalian yang baca selalu berada didalam lindungan Allah SWT,amiiin...
Sebelumnya saya hanya ingin memperingatkan,disini saya bukan bermaksud menjadi orang yang paling benar,hanya saja postingan saya kali ini hanya ingin membuka pintu hati dan cara pandang kalian.
Saya sendiri remaja yang berumur hampir menuju 16th,mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya jika ada kesalahan...
Baiklah,semoga postingan ini membuka pintu hidayah untuk kalian semua. Amiiin...
Saudaraku sekalian yang seiman...
pada akhir zaman ini marak akan status-status remaja yang berpacaran,tak jarang kita melihat berita di televisi akan tindakan maksiat yang dilakukan oleh para kaum remaja.
Kalian semua,yang seumuran atau lebih muda dariku ataupun lebih tua dariku. Mengapa kalian masih terus berpacaran? Mengapa kalian masih saja melakukan maksiat?
" Helloooo... Zaman sekarang jomblo? Apa kata dunia?! "
fine,tentang pacaran adalah opini dan hak masing-masing individu. But...
Hiii... Zaman sekarang masih pacaran? Apa kata akhirat?!
" Udeh gak usah munafik ! Gak usah sok alim ! Lo dulu juga pernah pacaran ! "
Iya,saya memang DULU pernah berpacaran. Tapi itu dulu,disaat pemahaman agama saya masih sangat dangkal. Dimana saya merasa itu adalah masa kejahiliyahan saya.
Saat ini saya bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya,dan meningkatkan pemahaman agama saya. Semoga diridhoi olehNya,amiiin...
Dan janganlah menghakimi seseorang hanya karna masalalu orang tersebut,karna setiap orang berhak merubah diri menjadi lebih baik lagi.
Berpacaran bukan malah mendekati kita tentang hal yang disebut JODOH.
Justru pacaran terkadang yang merusak diri dan masa depan kita.
" Tapi saya bisa menikah dan berjodoh karna berpacaran "
hmm...sesungguhnya Allah telah menunjukkan jalan yang baik tapi mengapa kamu memilih jalan yang buruk?
Menikah adalah sunnah Nabi,lah pacaran sunnah siapa?
" ih jawabannya gak jelas ! "
Bukan gak jelas,mungkin kamu yang belum tersadar...
Daging babi yang jelas-jelas dinyatakan hukumnya Haram kau hindarkan,kenapa pacaran yang jelas-jelas hukumnya haram masih terus dijalankan?
Malu dizaman yang serba kekinian berstatus jomblo?
Atau hatimu berkecamuk mencintai seseorang dan ingin sekali memiliki dirinya lalu kamu memacarinya?
Cinta adalah sebuah perasaan yang tulus nan suci yang diberikan oleh sang maha pencinta ( Allah SWT ) kenapa tidak diwujudkan dalam ikatan suci pula?
kerap kali kita salah dalam mengartikan cinta dan kemodernan zaman.
Kalian yang sudah menikah karna berpacaran,tidak tahukan kalau berpacaran setelah menikah jauh lebih indah?
Semoga Allah memberikan ampunan bagi hambanya yang belum mengerti atas laranganNya.
Jodoh dan Maut,berlomba untuk menjemput diri kita.
Kita tidak tahu siapa yang akan menjemput terlebih dahulu..
Selagi kita masih diberikan umur olehNya,sadarlah dan bertaubatlah...
Siapa tahu maut lebih dulu menjemput,lebih baik kita perbaiki diri dan tingkatkan keimanan terlebih dahulu. Sangat merugi orang-orang yang menghabiskan umurnya dalam ikatan yang tidak halal ( berpacaran )
Perihal jodoh,biarlah Allah SWT yang mengatur. Perbaiki diri dan persiapkan diri terlebih dahulu,karna kita semua tidak tahu siapa yang akan menjemput kita entah jodoh ataupun maut.
Kalau kita perbaiki diri dan persiapkan diri,walaupun yang menjemput pertama kali adalah jodoh. Kita tidak akan merugi,karna orang baik dijodohkan dengan orang yang baik pula begitupun sebaliknya. Orang jahat dengan orang yang jahat pula.
Seperti yang tercantum pada ayat Al-Qur'an dalam QS An-nur:26
”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).”
" Tapi,kalo gue udah terlanjur jadi orang yang jahat,yang nakal,tapi gue mau punya jodoh yang baik. Gimana? Apa mungkin bisa? "
Bisa. Dengan catatan,kamu harus benar-benar perbaiki diri,perbaiki iman,bertaubat memohon ampun padaNya,perbaiki akhlak. Berjanji tidak akan melakukan hal yang buruk lagi dan bertaubat sepenuh hati. Perbaiki diri,agar Allah mempunyai alasan untuk perbaiki jodohmu.
Terus,bagaimana jika yang pertama kali menjemput adalah Maut?
Beruntunglah kalian yang dari awal sudah perbaiki diri dan persiapkan diri,tidak ada yang sia-sia jika kalian bertaubat dan mempersiapkan diri untuk segala halnya.
Banyak yang bertanya pada saya seperti ini:
" Lu kok bisa sadar kayak gini? Kok bisa tingkatin pemahaman agama seperti ini? Padahalkan lu masih remaja,remaja itu harusnya lagi masa seneng-senengnya pacaran dan nyari pengalaman. Dll "
Saya pribadi,sadar ketika saya melaksanakan sholat tahajud dan memohon ampun padaNya atas segala dosa yang telah saya perbuat selama ini. Disitu saya menangis sejadi-jadinya diatas sajadah,seketika moment itu terputar kembali dalam fikiran saya. Menyesal. Itu yang saya rasakan,maafkan aku ummi,maafkan aku abii. Maafkan hambamu ini Ya Allah...
Selain tahajud,hal yang paling saya lakukan setelah itu adalah mencurahkan masalah dan beban hidup kepada Allah,tidak pernah berakhir buruk ketika kita curhat diatas sajadah dengan Allah yang menjadi pendengarnya,karna Allah dzat yang maha mengetahui segala hal yang tidak kita ketahui,dan Allah pasti akan selalu memberikan jalan terbaik.
Selain Curhat kepadaNya,saya mulai aktif dalam organisasi islam dan remaja-remaja islam. Maksud hati agar tidak terjerumus dalam pergaulan.
Selain itupula,saya mendengarkan kisah demi kisah dari sahabat ataupun teman saya yang sedang berstatus pacaran. Ternyata kesimpulannya mereka tidak menemukan kebahagiaan yang benar-benar kebahagiaan,meskipun mereka bilang mereka bahagia tapi sesungguhnya mereka tidak bahagia.
Selain itu,pengalaman saya pribadi dalam perihal berpacaran. Ternyata berpacaran itu tidak enak,makan ati,nyesek,ngebatin,diselingkuhin,bahagianya gak ada.
Selain itu pula,saya sering membaca buku-buku islami dan mendalami arti dari ayat per ayat Al-Qur'an.
Sungguh saya merasa bahagia,karna Allah telah menunjukkan jalan terbaik yang harus saya lalui. Sungguh saya merasa sangat bahagia,karna Allah telah memberikan saya HidayahNya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar